Seberapa yakin Badan Meteorologi Inggris dengan prediksinya?
Badan Meteorologi Inggris menyatakan punya tingkat kepercayaan 90% dalam prakiraan tahun-tahun mendatang.
Disebutkan bahwa dari 2019 ke 2023, khalayak akan mengalami variasi suhu antara 1,03 derajat Celsius hinga 1,57 derajat Celsius di atas taraf periode 1850-1900, dibarengi peningkatan panas di berbagai belahan dunia, khususnya di Artik.
Baca juga: Puluhan Kuda dan Hewan Liar di Australia Mati Akibat Suhu EkstremTim riset lembaga tersebut mengatakan cukup yakin dengan prediksi tersebut karena pengalaman masa lalu. Prakiraan yang lalu, pada 2013, memprediksi tingkat pemanasan secara cepat yang kemudian terjadi selama lima tahun terakhir.
Prediksinya bahkan hingga ke rincian yang kurang diketahui, seperti pendinginan di area tertentu, seperti di Atlantik Utara dan Samudera Selatan.
Bagaimana dengan prediksi lembaga klimatologi lainnya?Prediksi Badan Meteorologi muncul selagi lembaga lainnya merilis analisis lengkap soal data temperatur dari tahun lalu, yang menunjukkan 2018 sebagai tahun terhangat keempat sejak pencatatan dilakukan pada 1850.
Baca juga: Januari 2019 Tercatat Jadi Bulan Terpanas di Australia
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) telah mempublikasikan analisis dari lima rangkaian data internasional yang menunjukkan 20 tahun terhangat tercatat sepanjang 22 tahun terakhir."Temperatur hanya sekelumit dari kisah. Cuaca ekstrem dan berdampa tinggi mempengaruhi banyak negara dan jutaan orang dengan imbas menghancurkan bagi perekonomian dan ekosistem pada 2018," kata Sekjen WMO, Petteri Taalas."Sebagian besar dari insiden cuaca ekstrem ini konsisten dengan apa yang kami perkirakan dari perubahan iklim. Inilah realita yang perlu kita hadapi. Pengurangan emisi gas rumah kaca dan langkah-langkah adaptasi iklim seharusnya menjadi prioritas utama dunia," lanjutnya.Periset lainnya di lapangan mengatakan prakiraan baru selama lima tahun ke depan sejalan dengan ekspektasi mengingat rekor taraf CO2 yang dilepaskan ke atmosfer pada 2018."Prakiraan dari Badan Meteolorologi, sayangnya, bukan kejutan," kata Dr Anna Jones, ahli kimia atmosfer dfari lembaga British Antarctic Survey."Rata-rata suhu di seluruh dunia mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah dan terus begitu selama bertahun-tahun. Ini utamanya didorong oleh peningkatankonsentrasi gas rumah kaca, semisal karbon dioksida yang berasal dari penggunaan bahan bakar fosil secara terus menerus."Sampai kita mengurangi emisi gas rumah kaca, kita bisa melihat tren peningkatan pada suhu rata-rata global," pungkasnya.
(Fakhri Rezy)