Dunia Sedang Alami Dekade Terpanas Sejak 1850

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Kamis 07 Februari 2019 16:07 WIB
Panas (SCMP)
Share :

AMERIKA - Dunia tampaknya sedang mengalami dekade terhangat sejak pencatatan dimulai pada 1850, sebut sejumlah ilmuwan.

Menurut prakiraan Badan Meteorologi Inggris, suhu setiap tahun sepanjang lima tahun ke depan amat mungkin mencapai 1 derajat Celsius di atas suhu rata-rata pada masa pra-industri.

Dalam lima tahun ke depan, khalayak juga boleh jadi mengalami kenaikan suhu rata-rata global lebih dari 1,5 derajat Celsius.

 Baca juga: Gelombang Panas Ekstrem yang Landa Australia Sebabkan Jutaan Ikan Mati

Jika prakiraan itu sejalan dengan kenyataannya, maka periode 2014-2023 akan menjadi dekade terhangat selama 169 tahun.

 

Apakah prakiraan kenaikan suhu mencederai kesepakatan iklim Paris?

Badan Meteorologi Inggris mengatakan 2015 adalah tahun pertama temperatur rata-rata permukaan tahunan global mencapai satu derajat Celsius di atas taraf pra-industri—suhu rata-rata antara 1850-1900.

Setiap tahun sejak periode 1850-1900, suhu rata-rata dunia mendekati atau di atas satu derajat Celsius. Kini, Badan Meterologi Inggris mengatakan tren itu tampaknya akan terus berlanjut atau meningkat selama lima tahun ke depan.

 Baca juga: Januari 2019 Tercatat Jadi Bulan Terpanas di Australia

"Kami telah membuat prakiraan tahun ini sampai 2023. Apa yang diindikasikan dari prakiraan tersebut adalah peringatan global," kata Prof Adam Scaife, kepala prakiraan jangka panjang di Badan Meteorologi Inggris kepada BBC News.

"Dengan mencermati tahun demi tahun dalam prakiraan itu, kita dapat melihat untuk pertama kalinya ada risiko sementara. Saya ulangi, sementara, peningkatan batas 1,5 derajat Celsius yang ditetapkan pada kesepakatan iklim Paris."

Bulan lalu, para ilmuwan PBB menerbitkan laporan khusus mengenai dampak jangka panjang apabila suhu meningkat 1,5 derajat Celsius.

Mereka menyimpulkan bahwa perlu adanya upaya pemangkasan karbon secara luar biasa untuk mencegah dunia tidak melampaui batas pada 2030.

 Baca juga: Hanya Gurame yang Selamat dari Kematian Massal Ratusan Ribu Ikan di Australia

Analisis Badan Meteorologi Inggris menyebutkan ada 10% peluang hal itu terjadi dalam lima tahun ke depan.

"Ini pertama kalinya prakiraan menunjukkan risiko melampaui batas yang signifikan—hanya sementara. Kita bicara di sini tentang tahun-tahun individu yang meningkat di atas taraf 1,5 derajat Celsius," kata Prof Scaife.

"Namun, fakta bahwa hal itu bisa terjadi sekarang karena kombinasi pemanasan secara umum dan fluktuasi akibat kejadian seperti El Niño dalam lima tahun ke depan berarti kita semakin mendekati ambang batas."

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya