Kemampuannya mengolah si kulit bundar menjadikan Anjas Asmara sebagai salah satu sosok pemain sepakbola yang paling populer pada era 70-an.
Bersama 'Macan Kemayoran', ia berhasil meraih dua gelar juara di kompetisi PSSI tahun 1973 dan 1975. Ia juga menjadi andalan tim ibu kota saat berlaga menghadapi klub-klub luar negeri seperti OFK Beogard, Offenbach Kickers, Independiente atau Ajax Amsterdam.
Baca: Polemik Propaganda Rusia, Jokowi: Itu Terminologi dari Artikel Rand Corporation
Baca: Gencar Lakukan "Serangan" Politik ke Kubu Lawan, Jokowi: Kampanye Juga Perlu Ofensif
"Bapak Presiden Jokowi secara terbuka pernah mengatakan bahwa beliau sangat mengagumi Anjas Asmara dan menjadi pemain favorit nya sewaktu menjadi andalan Timnas pada tahun 1970," tutur Rinto Firmantyo.
Kehadiran Anjas Asmara dalam organisasi relawan yang mempunyai moto 'Cerdas, Militan dan Berintegritas' itu diharapkan mampu memberikan pengaruh positif terhadap semangat generasi muda dan pecinta olahraga untuk peduli terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara melalui demokrasi yang damai dan gembira.