"Jadi, propaganda Rusia dimaksud adalah strategi propaganda yang dibuat seorang konsultan Rusia, yang kemudian dikenal dengan istilah The Russian Firehose of Falsehood. Bukan Rusia sebagai negara. Banyak baca buku dapat membuat kita lebih bijak dan cerdas," ujarnya.
Diwartakan sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR, Ahmad Hanafi Rais, mengatakan istilah propaganda Rusia berpotensi merusak hubungan bilateral Indonesia dengan negeri Tirai Besi. Karenanya, komisi luar negeri DPR ingin menggali lebih jauh mengenai penyebutan istilah tersebut.
"Ya kita mestinya memanggil presiden (atau petahana), menjelaskan kok bisa menuduh ada propaganda Rusia. Itu pasti menyakiti hubungan bilateral yang baik," ujar Hanafi saat berbincang dengan Okezone di ruang kerjanya, Rabu 6 Februari 2019.
(Angkasa Yudhistira)