Saat Terjadi Bencana, Kapolri Jelaskan Pentingnya SDM Dalam Institusi Polri

Herman Amiruddin, Jurnalis
Rabu 13 Februari 2019 20:39 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Foto: Herman/Okezone)
Share :

Baca Juga: Kapolri Fokus Amankan 'Pertarungan' di Pileg 2019


Saat menuju lokasi bencana, Tito mengaku melihat banyak kerusakan terjadi di mana-mana, termasuk Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufrie. "Begitu saya datang ke sana, semua transportasi terkunci, landasan bandara sepanjang 2400 meter, 400 meternya retak. Pesawat besar tidak bisa masuk," kata Tito.

Namun begitu, Tito menyayangkan jika tidak ada sistem komando yang berjalan saat bencana terjadi. "Saya datang ke sana, tanya Kapolda, Kapoldanya iya-iya, tapi saya lihat. Kenapa? Diperintah siapa? Di situ bintang 5 kek, tapi yang mau diperintah tidak ada, siapa yang diperintah? Karena semuanya ke keluarga masing-masing. Tidak ada sistem komando," ungkapnya.

"Anggotanya tidak tahu ke mana, tidak bisa dihubungi, HT juga mati. Akhirnya terjadi penjarahan, masyarakat panik. Bahkan ada anggota polisi ketangkap juga, ikut menjarah juga, karena apa? Karena lapar, ingin ikut survive untuk keluarganya. Artinya apa? Itulah pentingnya SDM, di lombok beberapa kantor hancur, tapi anggotanya ada. Tapi begitu manusianya tidak ada..." lanjut Tito.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya