Ia juga menjelaskan gempa ini disebabkan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia. Gempa ini sendiri dilaporkan terasa hingga kota dan kabupaten Blitar dengan kekuatan bervariasi.
"Belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tuturnya.
Sebelumnya gempa bumi dengan kekuatan 5,0 magnitudo yang berpusat pada koordinat 9,35 LS dan 112,51 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 134 km arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur pada kedalaman 69 Km.
(Baca Juga: BMKG: Gempa Malang Tak Berpotensi Tsunami)
(Fiddy Anggriawan )