JAKARTA - Aktivitas gempa bumi susulan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dipantau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hingga Selasa (8/9/2026) pukul 11.00 WIB, tercatat sebanyak 13.591 aktivitas gempa bumi susulan pascagempa utama M7,7 pada 15 Agustus 2026.
BMKG mencatat gempa susulan terbesar yang terjadi selama rangkaian tersebut mencapai magnitudo M6,2. Data tersebut disampaikan BMKG setelah gempa bumi kembali mengguncang wilayah Flores pada Selasa pukul 11.40.30 WIB.
Gempa tersebut memiliki magnitudo pembaruan M5,1 dengan kedalaman 10 kilometer dan berpusat di laut, sekitar 57 kilometer arah timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan gempa M5,1 tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa besar yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
“Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempabumi M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 15 Agustus 2026 pukul 04:58:23 WIB,” ujar Wijayanto, Selasa.
Ia menyebut, hingga Selasa siang, hasil monitoring BMKG menunjukkan jumlah aktivitas gempa susulan telah mencapai 13.591 kejadian.
“Hingga tanggal 8 September 2026, pukul 11:00:00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 13591 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6,2,” kata Wijayanto.