Jika menilik dari keseluruhan wilayah Asia, laporan Numbeo ini mengonfirmasi bahwa Indonesia bisa digolongkan sebagai negara dengan harga beras cukup terjangkau. Bahkan lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata harga beras di Asia secara keseluruhan yang mencapai di atas US$ 1 atau Rp 13.300 per Kg.
Jepang jadi negara dengan harga beras paling mahal di Asia. Peringkat kedua dan ketiga ditempati oleh Korea Selatan dan Taiwan. Harga beras di Korsel mencapai US$3,79 atau Rp54.412 per Kg sementara di Taiwan US$3,29 atau Rp47.000 per Kg.
"Dari data di atas menunjukkan bahwa tidaklah benar bila disebutkan harga beras Indonesia termahal di Dunia," imbuh Amran.
Amran justru meyakinkan bahwa data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi beras mengalami surplus 2,85 juta ton di tahun 2018. Ini menunjukkan bahwa pasokan beras dari petani Indonesia masih cukup untuk memasok kebutuhan dalam negeri, dan menstabilkan harga.
Selain itu juga menjamin ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. "Perlu jadi perhatian semua pihak, kenapa dalam pikiran para pengamat bahwa komoditas selalu diposisikan untuk politisasi. Jangan membuat marah 132 juta keluarga tani Indonesia. Padahal untuk dipahami sesuai amanat Undang Undang Dasar 1945 bahwa pemerintah hadir untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya," tutup Amran.
(Abu Sahma Pane)