"Semoga anda selam meraih kemenangan atas semua musuh anda. Saya tahu betul bahwa sultan saya jatuh hati kepada budak ini karena kehendak takdir. Menghapuskan air matanya membuat dia bahagia. Saya memilih Islam karena dia. Itu sebabnya mengapa saya hanya bisa bahagia di dekat anda. Saya mengirim kepada anda salah satu pakaian saya yang dibasahi air mata saya. Tolong pakailah pakaian ini, untuk saya."
Ratu tersebut mengakhiri suratnya dengan kata-kata, "Saya tak menginginkan apa-apa selain kebahagian buat anda, di kedua dunia. Budak anda yang rendah dan miskin, Hurrem."
Hurrem datang ke istana harem sebagai perempuan budak yang berusia 15 tahun. Ia dengan seketika menarik perhatian Sultan Sulaiman dan menjadi favoritnya.
Dengan melawan protokol, Sultan Sulaiman menjadikan Hurrem sebagai istrinya yang sah.
Tradisi di Kesultanan Utsmaniyah ialah meninggalkan selirnya setelah ia melahirkan anak, agar sang selir tidak memelihara sultan masa depan.