Survei LSI: PDIP dan Gerindra Bersaing Ketat untuk Merajai Kantong Suara di Pemilu 2019

Fahreza Rizky, Jurnalis
Rabu 20 Februari 2019 14:51 WIB
Survei LSI Denny JA dengan Tema Pergeseran Dukungan Partai Politik di 6 Kantong Suara (foto: Fahreza/Okezone)
Share :

JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru tentang pergeseran dukungan partai politik di enam kantong suara. Hasilnya, PDI Perjuangan (PDIP) merajai hampir seluruh segmen pemilih, bersaing ketat dengan Gerindra di Pemilu 2019.

Peneliti senior LSI Rully Akbar mengatakan, pemilih di Indonesia disederhanakan menjadi enam kantong suara. Di antaranya kantong pemilih Muslim, minoritas, milenial, wong cilik, emak-emak, dan kalangan terpelajar.

(Baca Juga: Mahfud MD: Pemilu Harusnya Buat Gembira, Bukan Saling Tuding) 

"PDIP unggul di aneka kantong suara dan menjadikannya juara satu. Gerindra juara dua, dengan dukungan mencolok di pemilih terpelajar. Golkar berada di posisi tiga, menempel ketat Gerindra untuk merebut juara dua," kata Rully di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (20/2/2019).

Perolehan suara PDIP di segmen partai pilihan populasi sebesar 23,7 persen. Sedangkan Gerindra menempati posisi kedua sebesar 14,6 persen. Posisi ketiga Partai Golkar 11,3 persen, Posisi keempat diduduki Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 8,2 persen, dan kelima diraih oleh Partai Demokrat sebesar 5,4 persen.

 

Pada kantong pemilih Muslim dengan base 85 persen dari total pemilih, PDIP masih paling unggul dengan perolehan suara 18,4 persen. Kemudian disusul Gerindra 16,6 persen, Golkar 11,0 persen, PKB 9,3 persen, dan Demokrat 5,9 persen.

"Khusus di pemilih Muslim berdasarkan hasil survei perbulan kami dari Agustus 2018 sampai Januari 2019, PDIP masih paling banyak pilih namun jarak yang sangat tipis dengan Gerindra," kata Rully.

Pada kantong pemilih minoritas dengan base 15 persen dari total pemilih, PDIP masih paling unggul dengan perolehan suara 54,7 persen. Kemudian disusul Golkar 13,5 persen, Nasdem 3,5 persen, Gerindra 2,9 persen, dan Demokrat 2,4 persen.

"Khusus di pemilih minoritas berdasarkan hasil survei kami dari Agustus 2018 hingga Januari 2019, PDIP unggul telak sekali di pemilih ini. Lebih dari 50 persen minoritas memilih PDIP. Golkar juga melampaui Gerindra," terang Rully.

Pada kantong pemilih milenial dengan base 45 persen dari total pemilih, PDIP kembali meraup kemenangan dengan perolehan suara 20,1 persen. Kemudian disusul Gerindra 16,2 persen, Golkar 9,7 persen, Demokrat 7,2 persen, dan PKB 7,1 persen.

Sementara itu pada kantong pemilih wong cilik dengan base 50 persen dari total pemilih, partai berlogo banteng moncong putih itu kembali merajai kontestasi dengan perolehan suara 22,8 persen. Kemudian disusul Gerindra 12,9 persen, Golkar 11,6 persen, PKB 11,3 persen, Nasdem 4,3 persen.

Di kantong pemilih emak-emak dengan base 50 persen dari total pemilih, PDIP masih paling unggul dengan perolehan suara 22,0 persen. Kemudian disusul Golkar 13,3 persen, Gerindra 12,3 persen, PKB 9,2 persen, dan Demokrat 6,5 pesen.

(Baca Juga: KPU Gelar Rapat Evaluasi untuk Perbaikan Debat Ketiga Capres) 

Lalu di kantong pemilih terpelajar dengan base 11,5 persen dari total pemilih, Partai Gerindra justru yang paling unggul dengan perolehan suara 23,9 persen. Kemudian disusul PDIP 15,9 persen, Demokrat 8,0 persen, PKS 7,2 persen, Nasdem 5,8 persen.

"Ini satu-satunya segmen yang dikuasai Gerindra," imbuh Rully.

Berdasarkan hasil survei ini, Rully mengatakan bahwa PDIP masih juara satu di aneka segmen pemilih. Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu mencolok menang di segmen pemilih minoritas, dan hanya juara dua di pemilih terpelajar.

"Sementara itu Gerindra juara dua, namun dikalahkan Golkar di pemilih minoritas, tapi juara satu di pemilih terpelajar. Kemudian, Golkar menempel ketat Gerindra untuk merebut juara dua, kalah dibanding Gerindra terutama di pemilih Muslim dan pemilih terpelajar, namun mengungguli Gerindra di pemilih minoritas," terangnya.

Survei LSI Denny JA dilakukan pada 18-25 Januari 2019, dengan menggunakan 1.200 responden. Survei dilakukan di 34 provinsi di Indonesia dengan menggunakan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan kuisioner. Margin of error survei ini adalah 2,8 persen.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya