SURABAYA - Menjelang pemilu, berita bohong atau hoaks kerap kali bermunculan di masyarakat. Biasanya hoaks itu muncul lewat media sosial.
Kondisi tersebut tentu sangat merugikan masyarakat, terutama untuk keutuhan bangsa. Bahkan hoaks tersebut ada produsennya, sehingga masyarakat harus bisa menangkal dan mewaspadai.
Penyebar hoax dilakukan pihak ketiga untuk mengadu domba masyarakat supaya terpecah. Ironisnya hoaks selalu diproduksi meskipun sudah diluruskan.
"Finah-fitnah dan hoaks yang selalu diproduksi meski sudah diluruskan. Saling menuding antar primordial misal kamu agama ini. Hoaks dibuat pihak ketiga yang ingin adu domba kita," ujar Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD pada wartawan di sela-sela acara Jelajah Kebangsaan di Stasiun Gubeng, Surabaya, Kamis (21/2/2019).
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengatakan, banyak masyarakat yang percaya terhadap hoaks tersebut. Sebab, mereka tidak menganalisa kabar bohong itu.
Mahfud bilang, hoaks akan mengacaukan pemilu. Salah satunya kabar KH Ma'ruf Amin akan diganti Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, itu merupakan hoaks.