Mahfud MD Sebut Pembuat Hoaks Adalah Pihak Ketiga yang Ingin Mengadu Domba

Syaiful Islam, Jurnalis
Kamis 21 Februari 2019 14:23 WIB
Mahfud MD bilang hoaks sengaja diproduksi pihak ketiga untuk mengadu domba (Foto: Syaiful/Okezone)
Share :

SURABAYA - Menjelang pemilu, berita bohong atau hoaks kerap kali bermunculan di masyarakat. Biasanya hoaks itu muncul lewat media sosial.

Kondisi tersebut tentu sangat merugikan masyarakat, terutama untuk keutuhan bangsa. Bahkan hoaks tersebut ada produsennya, sehingga masyarakat harus bisa menangkal dan mewaspadai.

Penyebar hoax dilakukan pihak ketiga untuk mengadu domba masyarakat supaya terpecah. Ironisnya hoaks selalu diproduksi meskipun sudah diluruskan.

"Finah-fitnah dan hoaks yang selalu diproduksi meski sudah diluruskan. Saling menuding antar primordial misal kamu agama ini. Hoaks dibuat pihak ketiga yang ingin adu domba kita," ujar Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD pada wartawan di sela-sela acara Jelajah Kebangsaan di Stasiun Gubeng, Surabaya, Kamis (21/2/2019).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengatakan, banyak masyarakat yang percaya terhadap hoaks tersebut. Sebab, mereka tidak menganalisa kabar bohong itu.

Mahfud bilang, hoaks akan mengacaukan pemilu. Salah satunya kabar KH Ma'ruf Amin akan diganti Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, itu merupakan hoaks.

(Baca Juga: Mantan Panglima GAM: Lahan Prabowo Pernah Dikelola Asing, Pekerjanya dari China Semua)

Hal itu, sambungnya, tidak mungkin dilakukan karena ada UU yang melarang. Dalam UU Pemilu capres maupun cawapres dilarang mengundurkan diri, bila itu terjadi didenda Rp5 miliar dan penjara 5 tahun.

"Hoaks masih berkembang, itu saya rasa untuk menggagalkan pemilu. Karena sudah tahu salah masih diproduksi secara terus menerus. Hoaks pengacau pemilu," kata Mahfud.

Pria asal Madura ini menambahkan, pihaknya melakukan gerakan jelajah kebangsaan ini berangkat dari kesadaran akan penting demokrasi. Pemilu adalah wujud nyata dari demokrasi. Ia menginginkan pemilu sebuah pesta demokrasi yang menyenangkan.

"Biasanya pesta menyenangkan, silakan pilih caleg mana yang sesuai dengan hati. Pada dasarnya pemilu untuk memilih pemimpin bersama, jauhi hoaks, hindari golput," ujar Mahfud MD.

Sementara itu, Manajer Humas Daop 8 Surabaya, Suprapto, mengatakan acara ini merupakan rangkaian dari Kegiatan Gerakan Suluh Kebangsaan yang bertujuan mengajak berbagai elemen masyarakat untuk membangun kesadaran berbangsa dan bernegara dalam rangka memperkokoh NKRI.

Kegiatan dikemas dalam format dialog antara para tokoh nasional yang hadir dengan para peserta yang berasal dari tokoh masyarakat, tokoh agama, seniman, budayawan, akademisi, dan lainnya. Tema yang diangkat Mengokohkan Kebangsaan: Meneladani Patriotisme Arek Surabaya Bagi Indonesia Emas 2045.

"Dengan diadakannya kegiatan ini oleh Gerakan Suluh Kebangsaan, dapat menguatkan dan menyebarluaskan semangat positif kebangsaan Indonesia melalui jalur kereta api,” ucap Suprapto.

Selain Mahfud MD, juga hadir tokoh lain seperti Hj. Sinta Nuriyah Wahid, KH. Marzuki Mustamar, Alissa Wahid, Prof. KH. Abdul A’la, dan Emil Dardak selaku Wagub Jatim.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya