JAKARTA - Markas Besar Polri menggandeng Kepolisian London, Inggris dan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk menganalisa rekaman Closed Circuit Television (CCTV), terkait peristiwa ledakan petasan di Parkir Timur Senayan saat debat capres putaran dua berlangsung.
Polri mengaku kesulitan menganalisa rekaman CCTV yang terdapat di lokasi kejadian, karena kualitas kameranya terbilang kurang baik. Karenanya kerjasama dengan otoritas kepolisian luar negeri dilakukan.
"Mangkanya untuk rekaman CCTV itu kita bekerjasama dengan kepolisian di London dan FBI," kata Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Redaksi Okezone, Gedung iNews Center, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2019).
Jenderal bintang satu itu menuturkan, mayoritas kamera CCTV yang ada di Indonesia masuk dalam kategori level tiga. Sedangkan di negara maju, kualitas CCTV-nya sudah menggunakan super HD digital.
"(Jadi) ya harus ke sana (kerjasama dengan polisi London dan FBI)," jelas Dedi.