Ragu dan tidak mengambil keputusan
Russ Dallen, dari bank investasi Caracas Capital Markets, mengatakan kepada televisi CNBC minggu lalu bahwa Cina khawatir pihak oposisi Venezuela tidak mengakui utang selama masa mantan Presiden Hugo Chavez atau menemukan 'cacat hukum' sehingga tidak akan membayar kembali.
Juan Guaido berusaha menepis keraguan tersebut.
"Pemerintah kami akan berusaha keras untuk menghormati kewajiban internasional kami," katanya dalam wawancara dengan koran Cina, South China Morning Post pada permulaan bulan Februari. "Semua kesepakatan yang ditandatangani dengan Cina akan dihormati."
Pemerintah Cina telah menunjukkan dukungan kepada Nicolas Maduro, tetapi para pejabat di Beijing juga mengatakan mereka berbicara dengan "semua pihak" yang terlibat dalam konflik, sebuah isyarat yang menurut sejumlah pengamat menunjukkan perhatian utama Cina adalah masalah ekonomi, bukannya politik.
Wartawan BBC Cina, Vincent Ni percaya "Cina masih belum memutuskan pihak yang akan didukung di Venezuela."
"Tidak akan mengejutkan jika mereka ternyata mendukung Guiado," katanya. "Saat Arab Spring, Cina mendukung pemimpin Libia Gaddafi sampai kejatuhannya. Setelah dia digulingkan, mereka mengubah posisi dan tidak seorang pun merasa terganggu."
Rusia dan dua medan perang
Venezuela terus muncul di media Rusia. Negara itu mengamati dengan seksama kejadian di Amerika Selatan.
Presiden Vladimir Putin dengan tegas mendukung Nicolas Maduro di Venezuela.
"Venezuela secara geopolitik sangat penting bagi Rusia," kata Carlos de Sousa, "untuk menghadapi kepentingan AS di kawasan di mana Rusia merasa pengaruh tradisionalnya terancam."
"Konflik dengan AS di Ukraina adalah keadaan yang mengganggu Rusia. Jadi sebaliknya pemerintah Putin akan melakukan hal yang sama di Venezuela," kata pengamat Oxford Economics itu.
"Rusia mengatakan kepada AS: Sekarang giliran saya untuk mengusik Anda dan kepentingan Anda di halaman 'belakang' Anda."
Tetapi di Rusia, Venezuela membuka perdebatan di dalam negeri, di samping juga yang terkait dengan masalah luar negeri.
Redaktur BBC Rusia, Famil Ismailov, mengatakan, "Pada umumnya orang Rusia lelah membantu pemerintahan asing - seperti di Suriah atau Venezuela - dibandingkan menanam modal tersebut di dalam negeri. Tetapi pemerintah Rusia memiliki mesin propaganda internal yang sangat kuat."
Menurut unit BBC yang memonitor media internasional, media pemerintah Rusia menggarisbawahi unjuk rasa pro-Maduro di Venezuela sementara mempertanyakan dukungan terhadap oposisi Venezuela di negaranya.