India dan minyak mentah
Keadaan di Venezuela tidak menjadi utama di media India, tetapi sektor bisnis sebenarnya sangat tertarik.
India diperkirakan pembeli kedua atau ketiga terbesar minyak Venezuela dalam 10 tahun terakhir.
Dalam beberapa minggu terakhir, nama India beredar karena kemungkinan dapat membantu pemerintah Maduro.
Ini terjadi setelah AS, yang biasanya tujuan utama minyak mentah Venezuela, menerapkan sanksi pada PDVSA, perusahaan minyak pemerintah Venezuela, di akhir bulan Januari.
Tetapi terdapat sejumlah masalah keuangan yang membuat India sulit menggantikan AS.
Minyak mentah Venezuela cukup berat dan memerlukan pemrosesan bahan pengencer untuk menjadikannya larutan yang lebih ringan yang pada akhirnya dapat diekspor. Meskipun demikian sanksi AS juga diterapkan pada bahan pengencer.
Ahli kajian energi dan lingkungan Gateway House Global Indian Council, Amit Bhandari, mengatakan terdapat dua tempat penyulingan India yang dapat memproses minyak sangat berat, tetapi keduanya milik swasta, sehingga membuatnya lebih diberatkan sanksi AS dibandingkan perusahaan pemerintah.
"AS adalah rekan dagang terbesar kami, bukan dalam bentuk barang, tetapi dalam bidang jasa. Banyak perusahaan yang berinvestasi di India adalah milik Amerika. Dan kami berbagi nilai, sebagai sesama negara demokrasi," kata Amit Bhandari.
Menteri perminyakan Venezuela dan pimpinan PDVSA, Manuel Quevedo, pada kunjungannya baru-baru ini ke India mengatakan dirinya "telah melakukan pertemuan produktif dan Venezuela akan tetap melanjutkan perdagangan minyak."
Tetapi Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton lewat Twitter memperingatkan: "Negara dan perusahaan pendukung pencurian Maduro atas sumber daya Venezuela tidak akan dilupakan."
Menurut Bhandari, yang dikhawatirkan pejabat India terutama adalah peningkatan harga minyak di pasar dunia, karena dipicu krisis Venezuela.
(Baca Juga : Diiming-Imingi Rp280 Juta, Ratusan Tentara Venezuela Membelot ke Kolombia)
Setelah Cina dan AS, India adalah importir terbesar minyak mentah dunia.
"Kekhawatiran terbesar India adalah karena kami mengimpor sebesar 85% dari konsumsi minyak. Jika minyak Venezuela - pasokan minyak mentah besar - tidak ada di pasar, harga akan naik bagi semuanya, apakah mereka konsumen Venezuela atau tidak," kata ahli India. "Itu akan menyakitkan kami."
(Baca Juga : AS Perkeras Usaha untuk Singkirkan Presiden Venezuela Maduro)
(Erha Aprili Ramadhoni)