“Pertumbuhan wisatawan Malaysia ini sangat pesat. Pasarnya menjanjikan. Kolaborasi dengan banyak industri pariwisata tentu akan menguntungkan. Rute-rute baru telah memberikan banyak keuntungan bisnis bagi Citilink. Agenda ini juga menjadi bukti komitmen Kemenpar untuk mendukung maskapai,” lanjut Kiki.
Mengacu pergerakannya, arus masuk wisatawan Malaysia positif di Desember 2018. Pergerakannya pun tumbuh 4,94% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka riilnya 239.328 orang, sedang pada Desember 2017 hanya sekitar 228.056 wisatawan. Dominasi pergerakannya terpusat pada destinasi Jakarta, Batam, dan Bali. Destinasi alternatif lainnya adalah Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta.
“Setiap bulan menunjukan progress positif. Hal inilah menjadi pertimbangan utama untuk menggenjot pasar Malaysia bagi Citilink. Prediksi ini terbukti, seiring dengan respon poositif publik Kuala Lumpur dan Malaysia secara umum,” kata Kiki lagi.
Profil general pasar Malaysia bahkan lebih menggiurkan. Negeri Jiran sepanjang 2018 tercatat sebagai donatur wistawan tertinggi. Strip berikutnya diikuti Tiongkok, Singapura, Timor Leste, dan Australia. Pada 2018, wisatawan Negeri Jiran bahkan tumbuh 17,8% dari tahun sebelumnya. Jumlahnya sekitar 2,5 Juta orang wisatawan. Kiki menuturkan, pergerakan wisatawan Malaysia akan semakin positif.
“Dengan Wonderful Indonesia Travel Fair with Citilink 2019, awareness destinasi Indonesia akan naik. Impact jangka panjangnya pasti luar biasa. Publik Malaysia semakin kenal destinasi-destinasi yang ada Indonesia. Sebab, nusantara ini kaya alam dan budaya. Semuanya eksotis,” tutur Kiki lagi.