Pada Selasa, pengadilan Tashkent memutuskan bahwa Karimova harus menjalani sisa masa hukumannya di penjara, kata jaksa penuntut dalam sebuah pernyataan.
Mereka menuduh bahwa Karimova telah menggunakan internet meninggalkan apartemennya dan gagal membayar ganti rugi kepada negara.
Karimova pernah menjadi tokoh terkemuka dalam politik Uzbek yang memegang jabatan duta besar untuk Spanyol dan perwakilan permanen untuk PBB di Jenewa, dan diperkirakan akan menggantikan ayahnya, Islam Karimov, sebagai presiden.
#Karimova (1/3) Today, at around 2 p.m., Gulnara Karimova was forcibly removed from the apartment in which she was held in Tashkent. @bbcuzbek @ReutersUK pic.twitter.com/nay0xjRA1W
— Grégoire Mangeat (@GregoireMangeat) 5 Maret 2019