Terkait teknis apa saja yang boleh dilakukan oleh para pendukung di dalam ruangan debat, mereka hanya diizinkan untuk menyanyikan yel-yel untuk menyemangati jagoannya yang ada di atas panggung. Namun, ia mengingatkan agar nyanyian itu tak berbau provokatif.
"Jadi silakan untuk membangun semangat ada yel-yel tapi untuk semangati paslon sendiri," ujarnya.
Apabila dalam debat nanti ada salah satu oknum dari pendukung paslon yang meniupi pluit atau terompet, bahkan meneriaki yel-yel bernada provokatif, maka tim itu berhak mengeluarkan yang bersangkutan dari arena debat.
"Dikeluarkan (dari arena debat). Itu gunanya kita membuat komite damai. Saya mengulangi bahwa debat itu tidak hanya melayani yang hadir, debat itu kita melayani seluruh rakyat Indonesia maka yang di ruangan harus menghormati rakyat kalau mereka tidak tertib dan mengganggu artinya mereka juga mengganggu masyarakat yang melihat debat," katanya.
(Awaludin)