ALJIR – Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika pada Senin membatalkan rencananya maju sebagai calon presiden untuk masa jabatan kelima, menyusul gelombang demonstrasi dari rakyat yang ingin 20 tahun masa kekuasaannya diakhiri dan membuka jalan pada era baru politik di negara Afrika Utara itu.
Selain membatalkan pencalonannya, presiden berusia 82 tahun itu juga menunda pemilihan umum yang semula dijadwalkan digelar pada April dan menjanjikan reformasi sosial dan ekonomi di Aljazair.
Pengumuman Bouteflika itu membuat warga Aljazair turun ke jalan-jalan untuk merayakan pada Senin malam. Ratusan orang, tua dan muda, sebagian di antaranya membawa bendera tampak bersuka cita menyambut keputusan sang presiden.
BACA JUGA: Liput Demonstrasi Menentang Presiden, Puluhan Wartawan di Aljazair Ditahan Polisi
“Protes kami membuahkan hasil! Kami mengalahkan para pendukung masa jabatan kelima! ” kata Mohamed Kaci, seorang demonstran yang bekerja sebagai sopir taksi sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (12/3/2019).