Jika Diberi Amanah Pimpin Indonesia, Prabowo Janjikan Pemerintahan Bersih

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis
Rabu 13 Maret 2019 16:36 WIB
Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto Kunjungi Provinsi Riau (foto: Banda Haruddin Tanjung/Okezone)
Share :

PEKANBARU -Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto akan membentuk pemerintahan yang bersih dari korupsi. Hal itu diucapkannya Prabowo saat melakukan kampanye di Pekanbaru, Riau.

"Insya Allah jika saya terpilih pada 17 April 2019 untuk memimpin Indonesia, saya akan membentuk pemerintah yang bersih," kata Prabowo Subianto di Gelanggang Remaja Pekanbaru dihadapan ribuan pendukunganya Rabu (13/3/2019).

(Baca Juga: Prabowo Pertanyakan ke Mana Larinya Kekayaan Riau) 

Ketua Umum Partai Gerindra mengaku gerah dengan praktik praktik korupsi yang merajalela di Indonesia. Saat ini penegak hukum yang paling dipercaya rakyat sudah menanganinya.

"Di negara kita banyak kali korupsi. Koruptor terlalu banyak dan mencuri kekayaan kita. Kalau mau bukti, silahkan tanya ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," ucap pria kelahiran 17 Oktober 1951.

 

Mantan Danjen Kopassus ini menyatakan, bahwa dia bersama pendampingnya, Sandiaga Salahuddin Uno apabilan diberi amanah berjuang untuk memerangi korupsi. Karena sikap koruptif sangat merugikan negara dan rakyat.

"Bila diberi amanah memimpin negeri ini, saya akan mencari putra putri terbaik Indonesia untuk membantu saya menjalankan roda pemerintah. Mereka itu harus cerdas, pandai, jujur dan yang paling penting adalah ahlaknya baik. Mari kita perangi bersama sikaf koruptif," pinta Letjen (purn) Prabowo.

(Baca Juga: Ketum PAN: Pemilu Bukan Perang Perang Badar) 

Dia meyakini sudah banyak kekayaan Indonesia dikorupsi. Penyebab utamanya adalah mental pejabat yang mudah disogok. "Untuk itulah, kita bersama Partai Pengusung, Partai PAN, PKS, Gerindra, Demokrat dan Partai Berkarya memiliki pandangan sama untuk membetuk negara yang bersih dari korupsi," imbuhnya.

Prabowo juga mengkritisi mental orang yang menjabat dan digaji oleh uang rakyat selalu berhianat. Padahal pejabat itu digaji untuk melayani rakyat tapi malah mencari kekayaan dari hasil korupsi uang negara.

"Saya kesal adanya pejabat negara yang digaji oleh uang rakyat malah melakukan korupsi. Dia memperkaya diri dan kelompoknya dari jabatan yang amanahkan," ucap pria berusia 67 tahun itu.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya