Dari pertemuan dengan warga, Henry mendapat banyak keluhan, termasuk tidak ada caleg atau anggota DPR RI yang turun.
"Saya tanya, caleg DPR RI lima tahun yang lalu ada tidak yang datang ke sini, atau 10 tahun yang lalu ada tidak? Caleg wae tidak pernah datang, apalagi wis dadi," ungkap Henry yang direspons warga NU dengan teriakan 'betul'.
Henry mengaku heran, bagaimana caranya anggota DPR itu bisa membawa suara rakyat ke parlemen bila tidak tahu siapa yang memilih dan apa masalahnya. Ia mengatakan, yang ada lima tahun sekali caleg itu cukup bagikan amplop kepada masyarakat agar memilihnya.
"Saya masuk ke dapil V itu dibilangnya dapil neraka. Yo wis ben tak gawe dapil surga. Setelah saya pelajari, ternyata dapil neraka itu dapil amplop. Terus terang jangan mengharapkan amplop dari saya, karena saya tidak akan membagikan amplop. Kalau rakyat membutuhkan kita, maka rakyat akan memilih kita," ucap Henry.