JAKARTA - Lembaga Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) menilai bahwa informasi akun media sosial Opposite6890 yang menyatakan telah mengungkap dugaan keterlibatan Polri dalam mengerahkan buzzer untuk memenangkan salah satu kandidat di Pilpres 2019, merupakan upaya untuk menyeret Polri ke ranah politik.
"Menduga ada pihak lain yang berusaha menyeret polisi ke ranah politik dengan menuduh polisi memiliki pasukan buzzer untuk dukung Jokowi," kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan kepada Okezone, Jakarta, Rabu (13/3/2019).
Menurut mantan anggota Kompolnas ini, pernyataan yang menyebut pernyataan akun twitter Opposite diragukan kebenarannya. Pasalnya, hal itu tidak didukung oleh sejumlah fakta.
"Ini tudingan yang mengada-ada jangan diseret polisi ke ranah politik. ini bisa menggangu kinerja polri," ujar Edi.
Baca Juga: Kompolnas Tegaskan Isu yang Dihembuskan Akun Opposite6890 Berpotensi Fitnah
Edi meyakini, tidak ada kelompok berbaju coklat yang memproduksi hoax. Apalagi mendukung satu capres tertentu di pesta demokrasi lima tahunan ini.