Dalam pemeriksaan, dikatakan Alex, Polres Tangsel dibantu pula oleh tim Densus 88 Mabes Polri. Petugas berupaya memastikan apakah ancaman yang disampaikan AS ada kaitannya dengan jaringan teroris di Indonesia.
"AS ini sempat teriak dia teroris, dia anak buahnya Amrozy, dia terlibat dalam pemboman di Sarinah (Jakarta). Makanya dilibatkan juga tim Densus 88 guna mengecek kebenarannya," sambung Alex.
AS diamankan pagi tadi sekira pukul 10.18 WIB di dekat Pos Polisi Perempatan German Centre. Dia berteriak mengaku anggota teroris, serta mengancam anggota polisi Brigadir Gatot Tri Prasetyo yang berusaha menghentikannya karena pelanggaran lalu lintas.
(Baca Juga: Densus 88 Dilibatkan Periksa Pemotor yang Ancam Ngebom Polisi di Tangsel)
(Fiddy Anggriawan )