Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengungkapkan alat berat sudah dikerahkan untuk membuka akses jalan yang tertutup material lumpur dan kayu banjir bandang.
"Akses dalam kota sudah dibuka, tapi kita belum tahu akses di luar kota karena ada sejumlah jembatan putus," cetusnya.
Adapun kerusakan meliputi 9 rumah rusak terdampak banjir di BTN Doyo Baru, 1 mobil rusak atau hanyut, jembatan Doyo dan Kali Ular mengalami kerusakan.
Sementara itu, sekitar 150 rumah terendam di BTN Bintang Timur Sentani, kerusakan 1 pesawat jenis Twin Otter di Lapangan Terbang Adventis Doyo Sentani.
Seperti diberitakan, akibat dari intensitas hujan yang menguyur Kabupaten Jayapura dan sekitarnya mulai dari sore hari, Sabtu (16/03) hingga pukul 23:30 Wit mengakibatkan Banjir merendam perumahan warga di Kelurahan Hinekombe, Dobonsolo dan Sentani Kota, Kampung Yahim dan Kehiran.
Kerusakan lingkungan jadi penyebab?
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG Hary Tirto Djatmiko menuturkan hujan lebat yang terjadi di Papua karena pertemuan massa udara yang menimbulkan pembentukan awan-awan hujan yang cukup signifikan.
"Dari sisi itu, kalau dilihat secara utuh di perairan sekitar Papua suhu muka lautnya juga lebih hangat. Kalau suhu muka lautnya lebih hangat, penguapan cukup tinggi, ditambah lagi kelembaban udara. Juga pertemuan massa udara tadi. Sehingga potensi hujannya cukup signifikan," kata dia.
Kendati begitu, Hary menegaskan banjir bandang tidak hanya karena faktor cuaca, namun ada faktor lain yang menjadi penyebab terjadinya bencana ini, salah satunya alih fungsi lahan.