Banjir Bandang di Sentani: Curah Hujan Masih Tinggi, Waspadai Banjir Susulan

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Senin 18 Maret 2019 08:17 WIB
Banjir bandang di Senatani. (Foto: Humas Polres Jayapura)
Share :

Hal itu diamini oleh Kepala Humas Polda Papua Ahmad Musthofa Kamal yang mengatakan beberapa tahun lalu di Gunung Cyclop ada beberapa warga yang "menduduki kawasan dan memanfaatkan lahan tersebut sehingga serapannya mulai berkurang."

Alih fungsi lahan ini yang kemudian menyebabkan kerusakan lingkungan.

Hal ini dibuktikan dengan hanyutnya kayu-kayu balok besar yang memungkinkan ditebang tapi tidak dimanfaatkan atau dibiarkan sehingga balok-balok itu melintang di berbagai titik.

Untuk itu, Polda Papua akan menindak lanjuti persoalan ini.

"Diduga karena itu (kerusakan lingkungan), karena ada beberapa material pepohonan yang hanyut di jalan-jalan yang ada di sekitar kota Sentani," ujar Ahmad.

"Kapolda sudah perintahkan Diskrimsus untuk melakukan penyidikan terhadap latar belakang peristiwa terjadinya banjir, baik kejadian pembangungan rumah dan proses perizinannya di bantaran sungai, kemudian kerusakan lingkungan di gunung Cyclop ini," imbuhnya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menuturkan sejak september 2018, Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) bersama BNPB telah memperingatkan tentang adanya banjir bandang.

Wilayah Sentani itu rawan banjir akibat kerusakan lingkungan dan pertambangan liar di lokasi situ.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya