"Walau dikabarkan kalah, harapan datang dari banyak kubu Prabowo. Tren Prabowo digambarkan menaik. Masih ada satu bulan lagi trend menaik itu terjadi untuk melampaui Jokowi," tegasnya.
"Tapi apakah survei Litbang Kompas berpolitik? Saya tak punya info untuk memberikan respon yang bisa dipertanggung jawabkan," ungkapnya.
(Baca Juga: Survei Litbang Kompas: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 49,2%, Prabowo-Sandi 37,4%)
Hanya satu yang bisa katakan kata Denny JA, spesialis lembaga survei seperti LSI Denny JA, SMRC, Indikator, Charta Politika, dalam survei di waktu yang tak terlalu berbeda, memiliki hasil survei yang berbeda.
"Empat lembaga itu hasilnya mirip. Jokowi sekitar 52-58 persen. Prabowo sekitar 30-35 persen. Tapi biarlah aneka data berhamburan di ruang publik walau berbeda. Sebagaimana kita membiarkan seribu bunga berkembang," ucapnya.
(Khafid Mardiyansyah)