Secara umum, jumlah wisatawan mancanegara dari 10 besar negara penyumbang turis terbanyak, mengalami pertumbuhan jika dibandingkan dengan data di bulan Februari tahun 2018 lalu. Hanya 2 negara yang mengalami penurunan, yaitu Malaysia dan Cina. Malaysia mengalami penurunan sebesar 3,78%, sedangkan turis asal Cina turun sebesar 11,01%.
Pertumbuhan wisatawan mancanegara terbesar datang dari Korea Selatan. Dengan jumlah 15.750 turis di Februari 2019, menjadikan persentase pertumbuhan wisatawan mancanegara asal Negeri Ginseng naik sebesar 64,9% dibandingkan dengan data di tahun lalu. Negara dengan pertumbuhan wisatawan terbesar kedua adalah Amerika Serikat, dimana jumlah kunjungan sebanyak 15.944 wisatawan, menjadikan persentase pertumbuhan turis asal Negeri Paman Sam ini menjadi 25,06%. Dengan jumlah kunjungan sebanyak 12.517 turis, Rusia menempati urutan ketiga negara dengan pertumbuhan wisatawan mancanegara tertinggi, dengan persentase pertumbuhan sebesar 24,39%.
“Mengamati pertumbuhan yang signifikan dari Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Rusia, kami berharap hal tersebut dapat diikuti dengan peningkatan kualitas wisatawannya. Berkesinambungan dengan potensi ini, tentu diikuti dengan pengembangan fasilitas bandar udara, serta optimalisasi kapasitas, baik di sisi udara, apron, proses pembangunan rapid exit taxiway, terminal, dan pembangunan MLCP. Dengan optimalisasi kapasitas bandar udara dan efektifitas alokasi dan penggunaan slot yang ada, maka hal tersebut dapat menciptakan potensi pembukaan rute baru dan tambahan frekuensi penerbangan dari masing-masing maskapai,” tambah Arie.
(Risna Nur Rahayu)