"Kita kan memang warga tinggal disini, siapa lagi yang mau peduli. Kalau dari Dinas Lingkungan Hidup memang kadang suka bersihin sampah di bagian depan sana, sampah di permukaan diangkut ke daratan, terus dibawa pake truk sampah. Tapi kalau yang di area Situ, seringnya kita warga yang sukarela bersihin sendiri," ujarnya.
Dilanjutkan Kimpo, kondisi Situ Perigi yang tercemar itu telah berdampak langsung kepada ekosistem di dalam air. Ikan-ikan yang dulu banyak bermunculan dipermukaan airnya, kini sudah sangat jarang ditemukan lantaran adanya pencemaran itu.
"Situ ini kan sudah dangkal juga, terakhir dikeruk itu kalau nggak salah sekira tahun 2016 lalu. Tapi ya namanya minim perawatan, jadi sekarang makin parah kondisinya. Semoga saja Pemerintah daerah, Pusat mau segera memperhatikan ini," tuturnya.
(Fiddy Anggriawan )