"Kita juga akan membantu petani memasarkan hasil produksi," ujarnya. "Selama ini, petani menikmati harga rendah dan konsumen terbebani harga tinggi. Ini semua akibat mata rantai perdangan yang sangat panjang."
Menurut Tommy, Partai Berkarya berusaha membantu petani memasarkan produknya langsung ke konsumen dengan menghadirkan toko grosir Goro. Cara ini akan membuat petani menikmati harga lebih baik, dan konsumen tidak terbebani harga tinggi.
"Selama ini mata rantai yang panjang tidak hanya merugikan konsumen, tapi juga membuat petani tidak pernah makmur," katanya.
Sebagai contoh, tahun lalu Banyuwangi adalah penyuplai 70 persen kebutuhan cabe Jakarta. Di tingkat petani, harga cabe saat itu Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram. Di Jakarta, konsumen membeli cabe itu Rp20 ribu per ons.
(Risna Nur Rahayu)