Sementara itu, Julizar warga BTN Sosial Sentani, mengaku musibah yang terjadi sangat berdampak parah atas rumah warga, selain korban manusia.
"Musibah ini sangat memperhatikan semua, karena ini yang paling parah menurut kami. Banyak korban meninggal, tambah lagi rumah dan infrastruktur juga hancur," katanya. Atas kondisi ini diakuinya cukup sulit untuk melakukan pembersihan.
"Hari pertama kami melakukan pembersihan, tapi kemudian banjir terus terjadi sampai kemarin. Jadi cukup menguras tenaga. Saya sangat bersyukur atas bantuan pihak kepolisian yang datang membantu," ucapnya.
Hingga hari ini memasuki hari ke enam Pascabanjir bandang, cuaca disekitar Sentani masih mendung. Kondisi ini juga membuat warga terus waspada.
(Awaludin)