Sebanyak 20 destinasi didisplay sejak awal di BCW 2019. Slot di isi Kawah Ijen, De Djawatan, Desa Adat Kemiren, Rafting & Tubing, dan Sadengan Savannah. Warna baharinya dari Pulau Merah, Watudodol, G-Land, dan Bangsring Underwater. Ada juga Pantai Marina Boom, Mustika, dan Sukamade.
“Destinasi yang ditampilkan di BCW 2019 adalah yang terbaik. Karakternya juga juga sangat khas, seperti Kawah Ijen. Yang jelas, Banyuwangi adalah spot liburan terbaik bagi para wisatawan,” kata Anas.
The Sun Rise of Java memang eksotis. Hal ini digambarkan destinasi Kawah Ijen. Dengan background gunung, Kawah Ijen dilengkapi Blue Fire. Fenomena ini konon hanya ada 2 di dunia. Kawasan Ijen juga terkonekasi dengan Kawah Wurung, Bulan Sabit, dan Pemandian Air Panas. Ada juga Air Terjun Blawan, Kali Pait, Kampung Anyar, dan Kalibendo.
Sisi lain dari The Sun Rise of Java dimunculkan oleh Desa Adat Kemiren. Nuansanya sangat tradisional. Desa ini identik dengan budaya khas Suku Osing (Using). Ada budaya Barong Osing, Ritual Barong Ider Bumi, hingga Tari Gandrung. Desa ini juga memiliki Sanggar Genjah Arum yang jadi museum pelestari tradisi. Lebih spesial, Desa Kemiren memiliki Kopi Using yang terkenal kenikmatannya.
“Experience terbaik ada di Banyuwangi. Branding destinasi melalui BCW 2019 akan memberi banyak value. Sebab, potensi KLIA memang besar. Bandara ini ramai. Dan, hasilnya bisa terlihat selama 5 hari event. BCW 2019 selalu ramai oleh penumpang di KLIA. Kami optimistis, arus wisatawan dari KLIA ke Banyuwangi akan naik,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.
KLIA jadi transit wisatawan 170 Ribu orang per hari sepanjang 2018. Dengan potensi ini pula, maskapai Citilink pun menebar jaring promosi melalui table BCW 2019. Demi menarik penumpang menuju Banyuwangi, Citilink memberikan special joint free selama event MYR60. Untuk banderol normal berada di kisaran harga MYR75.