BONDOWOSO – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak seluruh stakeholder di Bondowoso, Jawa Timur (Jatim), untuk peduli terhadap pariwisata. Ajakan itu disampaikan saat pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Produk Ekowisata Kabupaten Bondowoso. Event ini dilangsungkan di Palm Hotel Bondowoso, pada 28-29 Maret 2019.
FGD dihadiri perwakilan GIPI Jawa Timur, BBKSDA Jatim, PTPN XII, LP2M Universitas Jember, DPD PHRI Bondowoso, DPD Asita Jawa Timur, DPD HPI Jawa Timur, dan SKPD Kabupaten Bondowoso, Asosiasi Wisata Agro Indonesia DPD Jatim, Lembaga Masyarakat Desa Hutan Sukerejo Makmur
Menurut Ketua Tim Percepatan Pembangunan Ekowisata Kementerian Pariwisata David Makes, Bondowoso memiliki banyak potensi yang tidak tergali dengan maksimal.
“Kalau bicara potensi, Bondowoso tidak kalah dibandingkan daerah lain di Jawa Timur, tapi kurang tergali. Sedangkan kondisi ini bisa dimanfaatkan dengan sangat baik oleh daerah tetangga. Salah satunya adalah Banyuwangi. Potensi sama, tapi Banyuwangi bisa memaksimalkan potensi wisatanya dengan sangat baik dan pariwisata mereka sangat melesat,” kata David Makes.
Dijelaskannya, Bondowoso juga menjadi bagian dari sejumlah destinasi papan atas Indonesia. Seperti kawasan Gunung Ijen, juga menjadi bagian dari kawasan strategis pariwisata nasional Bromo Tengger Semeru. “Itu kawasan yang sudah sangat nyata. Tapi Bondowoso memiliki lebih banyak dari itu dan ini harus diangkat,” tegasnya.