BANGKOK – Partai politik yang didukung junta militer berhasil menang dalam Pemilihan Umum (Pemilu) yang dielenggarakan untuk pertama kali sejak kudeta pada 2014 di Thailand.
Komisi Pemilu Thailand melaporkan Partai Palang Pracharat yang didukung Militer berhasil mendapat 8,4 juta suara, sementara partai oposisi Partai Pheu Thai, yang pemerintahannya pernah dikudeta militer mendapat 7,9 juta suara.
"Angka-angka ini adalah hasil yang sepenuhnya dihitung secara resmi dilaporkan oleh masing-masing daerah pemilihan," kata Krit Urwongse, wakil sekretaris jenderal Komisi Pemilihan Umum, mengutip Reuters, Kamis (28/3/2019).
Perolehan hasil ini telah menghitung 100 persen surat suara. Namun hasil resmi akan diumumkan pada 9 Mei.
Baca: Partai Politik yang Mencalonkan Kakak Raja Thailand sebagai Perdana Menteri Dibubarkan
Kelompok pemantau Pemilu Jaringan Asia untuk Pemilu Bebas (ANFREL) menemukan dugaan kecurangan di Pemilu Thailand.
"Situasinya cenderung menguntungkan junta militer. Banyak pihak tidak percaya dengan proses pemungutan suara," kata perwakilan ANFREL, Amael Vier, dalam jumpa pers
Pada pemilu Thailand, sekitar 51 juta warga Thailand memilih. Namun pemilih yang datang turun 10 persen dibandingkan pemilu di tahun 2011.
(Rachmat Fahzry)