United Nation Jadikan MPD Kemenpar Sebagai Model Percontohan Sumber Data Pergerakan Manusia

Abu Sahma Pane, Jurnalis
Minggu 31 Maret 2019 09:21 WIB
Foto: dok.Humas Kemenpar
Share :

JAKARTA - Konsep Mobile Positioning Data (MPD) besutan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya semakin mendapat pengakuan dunia. Oleh United Nation (UN), program penghitungan wisatawan mancanegara di border area itu dijadikan percontohan sebagai sumber data pergerakan manusia.

Pada pertemuan The Human Mobility Project, Direktur Statistik Keuangan Teknologi Informasi dan Pariwisata Kemenpar, Titi Kanti menyampaikan pengalaman Indonesia di dalam menggunakan MPD untuk menunjang statistik pariwisata. Paparan tersebut disampaikan secara gamblang di hadapan delegasi berbagai nergara yang terdiri dari 13 kantor statistik dunia dan 10 institusi internasional.

"Indonesia memegang peranan penting dalam pertemuan ini. Indonesia menjadi negara yang dapat dijadikan "best practice", karena Indonesia telah menggunakan Mobile Positioning Data untuk menunjang statistik resmi. BPS bangga sekali menggunakan teknologi ini. Kita lebih bangga lagi, karena pionir dan menginisiasi penggunakan big data dan mobile tech untuk membaca statistik," ujarnya, Sabtu (30/3/2019).

Paparan betapa mudahnya MPD diaplikasikan membuat berbagai negara dunia kepicut untuk mengunakannya. Bahkan Geostat Georgia langsung mengutarakan keinginannya untuk mengaplikasikan MPD dalam melengkapi Statistik Pariwisata dan Statistik Imigran di Georgia. Mereka mengatakan bahwa mereka sudah berhasil bekerja sama dengan seluruh operator seluler di Georgia, hanya saja belum memiliki algoritma yang dapat digunakan untuk menghitung statistiknya.

"Pemilihan Georgia sebagai pilot project ini karena keberhasilan Georgia dalam meyakinkan operator selulernya untuk bekerjasama dalam penelitian ini. UN ingin melihat apakah algoritma yang digunakan di Indonesia bisa diaplikasikan di Georgia," ujar Titi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sedari awal yakin jika MPD tidak hanya bisa dimanfaatkan pada sektor pariwisata. Tetapi juga pada data statistik untuk sektor pembangunan dunia. Menurutnya penggunakan MPD pada era digital sangat tepat. Karena, dapat membantu mengumpulkan data pergerakan manusia dengan beberapa keunggulan. Konsep ini merekam secara real time, cepat, tepat, dan cakupan yang lebih luas.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya