Teknologi digital yang baru ini, sudah mechine to mechine, tanpa campur tangan dan interpretasi manusia, lebih akurat, lebih cepat, lebih murah, dan bekerja non stop.
Bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 4 minggu sebulan, 12 bulan setahun, tanpa berhenti. Konsep MPD ini juga sudah dipresentasikan di ASEAN Tourism Forum (ATF) di Ha Long Bay City, Vietnam, 16-18 Januari 2019, dan beberapa negara yang secara khusus sudah meminta tranfer of knowledge, seperti Kamboja. Begitu juga Estonia yang telah menggunakan teknologi ini. Bahkan telah direkomendasi juga oleh UNWTO.
”Kita biasa sebut dengan 3 V, yakni Volume, Velocity atau kecepatan, dan Variety atau jenis. Kalau kita sudah mengedepankan digital, lalu kita tidak menggunakan MPD, maka nantinya disconnect karena Big Data atau MPD sangat banyak manfaatnya. Adalah sebuah keniscayaan jika kita tidak menggunakan digital,” kata Menpar Arief.
Asisten Direktur Divisi Statistik UN Ronald Jansen mengatakan, dunia membutuhkan sumber data baru sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan. Dan penggunaan big data adalah salah satunya. Big data menjadi salah satu sumber data potensial bagi official statistics, termasuk di dalamnya adalah data satelit, data hasil pemindaian barcode (scanner data), data kartu kredit, data media sosial, mobile positioning data, dan lainnya.
"Pertemuan ini diharapkan bisa menghasilkan suatu rekomendasi internasional bagi NSO tentang apa dan bagaimana sumber data yang akan digunakan dalam menghitung pergerakan manusia," ujar Ronald Jansen.
(Abu Sahma Pane)