Penetrasi Produk Pertanian Indonesia di Pasar Jepang

Abu Sahma Pane, Jurnalis
Senin 01 April 2019 10:39 WIB
Foto: dok.Kementan
Share :

Sumber impor Jepang untuk sayuran beku, kelapa parut, pisang, tepung sagu, cabe, pisang, bunga potong, terung, tomat, jamur, kubis, selada, dan tanaman hias salah satunya adalah Indonesia. Selain itu, Indonesia merupakan sumber potensial bagi Jepang untuk jambu biji, mangga, manggis, pisang, nanas, dan pepaya baik segar maupun olahan.

“Saat ini, realisasi ekspor pisang dan nanas mencapai 99 persen dari potensi ekspor yang ada. Buah yang lain potensinya belum tergarap karena kendala teknis persyaratan keamanan dan kesehatan pangan segar yang diberlakukan Jepang,” lanjutnya.

Ekspor stek dan umbi batang tanaman hias telah optimal. Namun, untuk bunga potong, realisasi ekspor Indonesia baru 44 persen dari total potensi ekspor, sehingga masih perlu ditingkatkan. Jepang merupakan pasar potensial untuk bunga krisan, anggrek, dan dracaena.

Dalam hal produk tanaman pangan dan peternakan, Indonesia bukan pemain di pasar Jepang. Bahkan tidak termasuk di dalam 20 besar negara asal ekspor produk tanaman pangan maupun peternakan di Jepang.

“Berita baiknya, Indonesia telah mampu memenuhi 100 persen potensi ekspor untuk komoditas ubijalar manis di pasar Jepang. Prestasi ini harus menjadi pendorong untuk kinerja ekspor komoditas tanaman pangan yang lain,” imbuh Sri.

Meskipun telah ada lima unit usaha yang memegang ijin ekspor produk olahan daging unggas ke Jepang, realisasi ekspor Indonesia untuk produk peternakan baru mencapai 3 persen dari total potensi ekspor yang ada.

Data ekspor menunjukkan 107 pos tarif produk peternakan yang diimpor Jepang dari pasar dunia termasuk Indonesia dan bervariasi mulai dari binatang hidup hingga produk olahan (_edible_) dan sisa produk yang tidak dapat dimakan (unedible).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya