Sidang Najib Razak, Mantan PM Malaysia yang Diadili Skandal Keuangan Global

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 03 April 2019 21:30 WIB
Najib Razak (Reuters)
Share :

Najib Razak mendirikan 1MDB di tahun 2009 ketika ia menjabat perdana menteri, guna membantu pembangunan ekonomi Malaysia.

Pada tahun 2015, kegiatan lembaga ini mulai dipertanyakan sesudah luput melakukan pembayaran kepada bank dan pemegang obligasinya.

Amerika Serikat melakukan penyelidikan dan menemukan bahwa US$4,5 miliar (Rp64 tilyun) telah dialihkan ke kantong pribadi.

Penegak hukum Amerika sempat menyatakan bahwa seseorang yang diberi nama kode "Pejabat Malaysia No.1" (Malaysian Official 1) diduga kuat menerima USD681 juta dari 1MDB. Belakangan dikonfirmasi bahwa orang tersebut adalah Najib Razak.

Para penegak hukum menyatakan bahwa uang ini digunakan untuk membiayai gaya hidup mewah Najib dan istrinya Rosmah Mansor, yang juga menghadapi tuduhan korupsi.

Nama Najib dibersihkan dari segala tuduhan oleh pihak berwenang Malaysia ketika ia menjabat perdana menteri.

Namun tuduhan korupsi ini memainkan peran sangat besar dalam kekalahan pemilu tahun 2018. Pemerintahan yang terbentuk sesudah itu segera membuka kembali penyelidikan 1MDB.

Polisi menyatakan mereka berhasil menyelamatkan barang mewah dan uang dari tempat tinggal Najib. Najib kemudian ditahan oleh lembaga anti-korupsi sebelum dibebaskan dengan jaminan.


Kapal pesiar super mewah

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya