“Konten terbaik harus disajikan dalam WTLE 2019. Pasar Filipina ini sangat menjanjikan. Profil calon wisatawannya bagus dengan sebaran merata. Sebab, wisatawan milenial Filipina juga juga sangat besar potensinya. Beragam experience yang dicari para milenial Filipina ini juga banyak dimiliki oleh destinasi Indonesia,” terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizky Handayani.
Menawarkan sebaran market besar, slot wisatawan milenial Filipina mencapai 42 Juta. Angka ini lebih besar dari slot milenial milik Vietnam sebesar 26 Juta, apalagi Thailand yang berkisar 19 Juta orang. Dan, slot terbesar memang masih didominasi Tiongkok dengan pasar 333 Juta orang. Menariknya lagi, pasar Asia (rentag usia 15-34 tahun) ini didominasi milenial dengan slot 57%.
“Dengan WTLE 2019 ini, arus kujungan wisatawan Filipina ke Indonesia akan semakin besar di beberapa waktu mendatang. Event ini diharapkan memiliki impact jangka panjang yang bagus. Artinya, ada banyak peluang bisnis yang bisa dioptimalkan para industri pariwisata ini. Lalu, pada akhirnya masyarakat juga bisa ikut merasakan inkam dari aktivitas pariwisata,” tegas Rizky.
Progress positif dimiliki pergerakan wisatawan Filipina sepanjang 2018. Realisasi dari arus wisatawanya mencapai 217.582 orang. Angka ini surplus 104% dari target 210 Ribu orang wisatawan Filipina. Lalu, mengacu realisasi tahun lalu, target besar dipancang 2019. Wisatawan Filipina ditarget 280 Ribu orang. Artinya, dibutuhkan penambahan slot wisatawan Filipna hingga 33%.
“Publik Filipina ini menyukai warna budaya nusantara. Nantinya juga ada proses edukasi melalui aneka informasi yang diberikan. Jadi, masyarakat Filipina punya gambaran jelas dan lengkap terkait destinasi wisata di Indonesia lalu menetapkan tata waktu kunjungan. Silahkan datang ke Indonesia. Selain atraksi, aksesibilitas dan amenitas di Indonesia sangat luar biasa,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya.
(Fahmi Firdaus )