"Selain itu juga ada Sangalaki Resort dari Kalimantan Utara, Grand Komodo Raja Ampat Dive Lodge dari Bali, Siladen Island Resort & Spa dari Sulawesi Utara, Pearl of Papua Indonesia dari Jawa Tengah, Doberai Private Island dari Papua Barat, Dive Dream daru Bali serta Garuda Indonesia," urai Ardi.
Rencananya, berbagai rangkaian kegiatan akan dilakukan Kemenpar dalam MDF. Rangkaian tersebut meliputi publikasi advertorial dengan linking-out & banner, exhibition, presentasi di main stage oleh pakar dive Indonesia, pelayanan spa, hingga cultural performance dan aktifitas interaktif lainnya.
Selain itu juga dilakukan business and consumer meeting. Ada juga pelayanan informasi pariwisata dan pendistribusian bahan promosi pariwisata Indonesia.
Lebih menegaskan nuansa nusantara, keharuman kopi nusantara juga tak lupa disuguhkan. Karena, Indonesia memang sangat terkenal sebagai surganya kopi. Brand-nya pun sudah mendunia.
"Berbagai program ini sengaja kami suguhkan untuk semakin menarik minat wisatawan Jepang untuk berwisata menyelam di Indonesia. Yang pasti kami akan sajikan yang terbaik untuk memikat minat mereka," terang Ardi.
Untuk diketahui, sepanjang tahun 2018, jumlah wisatawan Jepang ke Indonesia mengalami penurunan 7,52% dibanding tahun 2017. Jumlah wisatawan Jepang selama 2018 mencapai 530.171 wisatawan padahal Kemenpar menargetkan angka kunjungan sebesar 595.000 wisatawan. Sementara itu, pada 2017 jumlah realisasi wisatawan Jepang mencapai 573.310 wisatawan.