“Selanjutnya, melakukan komunikasi secara intensif dengan Perwakilan Republik Indonesia setempat (KBRI/ KJRI), Tim Pokja Mitra Kerja Pelaksana dan Koordinator WITO terkait dengan aktivitas atau permasalahan yang timbul di lapangan. Termasuk melakukan perjalanan dinas yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata di Indonesia,” ungkapnya, diamini Asisten Deputi Strategi Komunikasi Pemasaran I Kemenpar, Hariyanto.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, pasar Singapura cukup signifikan. Selama puluhan tahun, Singapura menjadi pasar utama pariwisata Indonesia. Bahkan, Singapura sempat menjadi negara pemasok wisatawan terbesar sebelum akhirnya disalip Tiongkok pada 2016 silam.
“Karena itu, keberadaan WITO Singapura menjadi sangat penting untuk membangun jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan di pasar Singapura. Tidak terbatas hanya pada hotel, agen perjalanan, maskapai, maupun asosiasi,” terangnya.
Tak kalah penting, kata Menpar Arief, Manajer Pemasaran WITO Singapura juga berperan menjadi juru bicara promosi pariwisata Indonesia, terutama dalam perihal pemasaran paket wisata unggulan Kementerian Pariwisata di pasar Singapura.
(Fahmi Firdaus )