Seiring dengan potensinya, aktivitas diving di Indonesia juga makin kompetitif. Salah satu parameternya adalah meningkatnya operator tersertifikasi sebesar 10% setiap tahunnya. Infrastrukturnya diving juga berkembang secara kuantitas dan kualitasnya. Rizky menambahkan, Indonesia siap memberikan aneka informasi terkait aktivitas diving di Indonesia.
“Aktivitas diving di Indonesia terus naik. Untuk Adex 2019, kami menyertakan banyak industri. Mereka akan memberikan berbagai informasi terkait aktivitas ini. Kami juga sudah menyiapkan beragam paket wisata terbaik untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan,” lanjut Rizki lagi.
Turun full team, Indonesia menyertakan 32 industri selama mengikuti Adex 2019. Mereka berasal dari berbagai latar belakang. Sebut saja, Kuhita Dive Maratua, Safari Tour & Travel, SDS Academy, Anema Resort Gili Lombok, juga Iboh Dive Center. Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menuturkan, Indonesia mengundang para divers dunia untuk berpetualang.
“Kami mengundang para divers dunia untuk mengekplorasi eksotisnya bawah laut Indonesia. Kami ini memiliki banyak spot terbaik untuk diving. Untuk menunjang aktivitas selam, kami sudah menyiapkan industrinya. Mereka ada di paviliun Indonesia. Momentum ini harus dimanfaatkan,” tutur Dessy.
Rekomendasi perairan Indonesia sebagai lokasi diving juga diberikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar menjelaskan, Indonesia menawarkan experience terbaik. “Alam Indonesia ini luar biasa. Ada banyak value bila divers dunia datang ke Indonesia. Sebab, warna budaya di Indonesia juga bagus. Selain atraksi, aksesibilitas dan amenitasnya luar biasa,” tutup Menpar.
(Risna Nur Rahayu)