Mereka yang Berjuang untuk Bisa Mencoblos saat Pemilu: 'Memilih adalah Hak Istimewa'

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Selasa 16 April 2019 08:30 WIB
Paola Cortese
Share :

DI ANTARA antrean panjang warga Indonesia di depan KBRI Singapura pada Minggu (14/04) pagi, Paola Cortese mendapati dirinya tersenyum bangga.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, perempuan berusia 35 tahun itu dapat mencelupkan tinta ungu ke jarinya sebagai bukti sudah berpartisipasi dalam pemilihan umum Indonesia.

Paola lahir berkewarganegaraan Italia, mengikuti kebangsaaan ayahnya. Namun, baginya rumah adalah Indonesia, tempat dia lahir dan dibesarkan.

Setelah proses yang sangat panjang, dia berhasil mengganti kewarganegaraannya menjadi WNI pada tiga tahun yang lalu.

"Setelah umur 18 boleh memilih apakah mau masuk warga negara Indonesia atau tetap sebagai orang asing. Tapi waktu itu aku kuliah di luar negeri, kerja di luar negeri, baru sampai Indonesia sekitar umur 26. Dan pada saat itu KITAP-ku sudah habis, jadi harus mulai lagi dari visa turis, ke KITAS dan KITAP," ungkap Paola kepada BBC News Indonesia.

"Hidupku itu penuh dengan birokrasi. Mengurus dokumen setelah dokumen setelah dokumen karena aku masih dianggap orang asing."

Mengikuti pemilu kali ini di Singapura, Paola merasa sahih menjadi warga negara Indonesia.

"Akhirnya tidak bisa orang lain memungkiri lagi kalau aku orang Indonesia. Aku bisa milih."

(Baca juga: Rentetan Persoalan Pemilu 2019 di Luar Negeri Tak Boleh Dianggap Remeh)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya