JAKARTA – Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto, menuding beberapa lembaga survei telah menggiring opini bahwa dirinya telah kalah dari pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dalam proses penghitungan cepat atau quick count.
Menanggapi pernyataan itu, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyatakan, seharusnya Prabowo Subianto bisa menerima kekalahan politik secara jantan, meskipun berdasarkan hasil hitung cepat.
"Ketika kita tahu siapa yang kalah seharusnya kan dia bisa bersikap legowo untuk bisa menerima kekalahan ini," kata Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar, di kantornya, Jakarta Timur, Kamis (18/4/2019).
Rully menilai, pernyataan Prabowo dalam menyikapi hasil itung cepat adalah tidak wajar. Apalagi, kata Rully, seharusnya Prabowo belajar dari kekalahannya pada Pemilu 2014.
Ketika itu, Prabowo juga mengklaim bahwa telah menang dalam Pemilu 2014 berdasarkan salah satu lembaga survei yang akhirnya dibubarkan. Padahal, hasil KPU ketika itu menunjukkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla yang menjadi presiden dan wakil presiden.