JAKARTA - Meski penyelenggaraan Pemilu 2019 telah berlangsung secara lancar, namun terdapat beberapa masalah dan kekurangan. Hal tersebut pun dianggap wajar oleh Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Ignatius Suharyo.
Dalam keterangannya dalam konferensi pers, Ignatius Suharyo mengimbau kepada semua pihak yang terlibat dalam pesta demokrasi kali ini bisa mengikuti peraturan yang telah ditetapkan.
Baca juga: Pemilu 2019 Berjalan Lancar, Keuskupan Agung Jakarta: Kita Harus Bangga
“Konflik menurut saya biasa, kekurangan-kekurangan sana-sini wajar,” ujar Ignatius Suharyo saat ditemui di Gedung Karya Pastoral, kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (21/4/2019).
“Karena sudah diantisipasi, ada Undang-Undang Pemilu, ada macam-macam yang lain. Kalau ada konflik, ya tinggal ikutkan saja apa yang sudah digariskan itu. Taat azas, taat undang-undang,” tambahnya.
Baca juga: BPN: Silakan Tanya ke Luhut dan Jokowi Rencana Ketemu Prabowo Kapan?
Tak hanya berpesan kepada peserta Pemilu 2019, lebih lanjut ia pun berharap kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak khawatir. Ignatius Suharyo meyakini banyak pihak yang akan menjaga kedamaian untuk Indonesia.
Selain itu, Ignatius Suharyo juga berpesan agar semua pihak dapat menerima akan keputusan yang sudah ditetapkan. Jikalau tidak terima, maka menyelesaikan sesuai mekanisme, agar Indonesia tetap satu dan damai.
Baca juga: Real Count 8,88%, Jokowi Ma'ruf 54,08% dan Prabowo-Sandi 45,92%
“Kalaupun nanti ada meleset, tidak taat undang-undang, ada yang menjaga keamanan, ada yang melindungi masyarakat, ada yang menjaga kedamaian negeri ini, dan sudah terbukti menjalankan tugas sebaik-baiknya,” terang Ignatius.
“Kita tunggu saja tahap-tahap yang sudah ditentukan oleh peraturan, kita terima apa yang sudah menjadi keputusan, kalau tidak terima ada mekanismenya sendiri ditempuh saja mekanisme itu. Tidak usah keluar dari semua yang telah disiapkan, supaya negara kita tetap satu, bersatu damai,” tutupnya.
(Fakhri Rezy)