Baca juga: Perdana, Cameron-Putin Tatap Muka Sejak Krisis Ukraina
Poroshenko terpilih setelah rakyat menginginkan dilengserkannya pemerintah pro-Rusia.
Pada Maret 2014, pasukan Rusia mencaplok Semenanjung Krimea yang sebelumnya merupakan wilayah Ukraina—langkah yang dikecam dunia internasional. Sejak saat itu pasukan Ukraina melawan kelompok separatis dan relawan yang disokong Rusia di bagian timur.
Dalam cuitannya, Poroshenko menulis "seorang presiden Ukraina yang tak punya pengalaman…dapat dengan cepat mengembalikan lingkaran pengaruh Rusia".
Namun, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan warga Ukraina telah mengungkapkan niat mereka untuk perubahan politik.
"Kepemimpinan yang baru harus paham dan menyadari harapan para pemilihnya. Ini tentu berlaku untuk urusan domestik begitu pula urusan luar negeri," sebut Wakil Menlu Rusia, Grigory Karasin, kepada kantor berita Ria Novosti.
Di lain pihak, Zelensky mengatakan dalam jumpa pers bahwa dirinya akan "memulai dari awal" perundingan damai dengan kelompok separatis Rusia.
Baca juga: Obama Bertemu Pemimpin Baru Ukraina