Peserta Famtrip Indochina Telusuri Jejak Kraton Yogyakarta

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Rabu 24 April 2019 09:24 WIB
Foto: dok Kemenpar
Share :

YOGYAKARTA - Rasanya bukanlah hal yang berlebihan jika Yogyakarta disebut sebagai Kota Budaya dengan berbagai peninggalan sejarah budaya masa lampau. Di kota ini terdapat istana raja atau kraton yang menjadi pusat kebudayaan Jawa. Tempat wisata ini pula yang menjadi kunjungan pertama kegiatan famtrip indochina. setelah sebelumnya mereka tiba di Yogyakarta, Senin (22/4) sore.

Famtrip Indochina, Selasa (23/4), kali ini diikuti 23 peserta dari Myanmar, Laos dan Kamboja. Mereka tampak antusias mengelilingi kawasan kraton Yogyakarta. Setiap ada view bagus mereka pun berselfi. "Kami suka bangunannya, penuh ornamen seni dan budaya Jawa. Begitu masuk kita langsung merasakan suasana Jawa di masa lalu. Di sini pikiran kita langsung menerawang ke masa kerajaan Jawa masa lalu," kata Kim Lorn peserta famtrip asal Kamboja.

Di kraton Yogyakarta ini peserta famtrip Indochina mulai mengeksplor sederat peninggalan sejarah di kawasan kraton. Selain sebagai tempat tinggal raja bersama permasuri dan keluarganya, Kraton Yogyakarta memang menjadi tempat wisata yang boleh dikunjungi siapa pun.

Ada begitu banyak hal menarik yang bisa wisatawan saksikan saat berkunjung ke Kraton Yogyakarta ini. mulai dari bangunannya yang megah dan kental dengan nuansa Jawa, aneka benda koleksi raja dan keluarganya, pertunjukan seni, hingga kehidupan para abdi dalem. Jika datang pada saat yang tepat, wisatawan beruntung juga bisa menyaksikan beragam upacara adat atau prosesi yang di gelar di kraton seperti Nyebar Udhik-udhik, Caos Dahar, Grebeg, dan masih banyak lagi.

Di kompleks Keraton Yogyakarta terdapat berbagai ruang pamer benda-benda kuno seperti kursi, meja, keramik, batik kuno, gamelan, lukisan, dan benda-benda pribadi raja lainnya yang masih tersimpan dengan baik.

Menurut Amirul cucu Hamengkubuwono VIII setiap Selasa Wage di lapangan Kemandungan Kidul (bagian belakang) selalu dilaksanakan lomba jemparingan alias lomba panahan gaya Mataraman. Semua pemanah akan mengenakan busana tradisional Jawa dan memanah dengan posisi duduk.

Selain menyaksikan koleksi benda-benda milik keluarga kerajaan, wisatawan yang berkunjung ke Kraton Yogyakarta pada waktu-waktu tertentu juga bisa menyaksikan aneka pertunjukan seni seperti macapat, gamelan, wayang orang, wayang golek menak, wayang kulit dsn lain-lain

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya