Selain itu, ia melihat perkembangan masyarakat Indonesia yang sudah cerdas. Sehingga, anggota DPR yang tidak melek dengan teknologi dan tak transparansi akan membuat masyarakat tidak simpatik.
"Jadi DPR yang antiteknologi, antitransparansi itu akan ditinggalkan, akan di-bully oleh publik. Karena itu, DPR juga baik secara personal dan institusi ditantang oleh perkembangan masyarakat kita yang lebih cerdas," ujarnya.
Melihat faktor-faktor tersebut, Sebastian masih menaruh harapan kalau nantinya terdapat anggota-anggota parlemen dari partai-partai baru dapat memberikan perubahan baru di dalamnya.
"Saya terus terang saja saya berharap betul ada partai baru yang masuk DPR. DPR itu juga butuh darah-darah segar, yang bisa mendorong partai-partai lama ditantang untuk melakukan perubahan," ujar Sebastian.
(Baca Juga: Petugas Pemilu yang Meninggal di Bekasi Bertambah Jadi 9 Orang)
(Arief Setyadi )