“99% akurasinya. Tidak pernah keluarlah. Kalau beda-beda, ya 1%, kalau itu ada margin of error. Artinya kembali lagi, ini sudah gamblang. Kalau kita senang pada ilmu pengetahuan, statistik bukan survei, quick count itu bukan survei lho. Metode penghitungan yang akurasinya betul-betul akurat,” tuturnya.
Namun, ia meminta kepada masyarakat Indonesia untuk menunggu hasil perhitungan suara oleh KPU pada bulan Mei mendatang.
“Bahwa formalnya kita sabar menunggu real count KPU, ya. Sekarang kita berangkulan bersatu, rukun. Karena aset terbesar bangsa ini adalah persatuan kerukunan persaudaraan,” pungkasnya.
(Awaludin)