Sebab itu, pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan seluruh parpol untuk merancang kekuatan dalam membangun pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo-Sandi.
“InsyaAllah kita menang, kita siap nerima partai-partai lain yang ingin berkoalisi dengan Prabowo-Sandi. Kita juga siap membangun koalisi bersama,” ujarnya.
Kabar keretakan di dalam tubuh BPN bermula ketika Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sempat berbincang-bincang dengan Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 24 April 2019, usai pelantikan Murad Ismail dan Barnabas Orno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.
Isu itu semakin panas setelah pada Kamis, 2 Mei 2019, Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengadakan pertemuan tertutup dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta.
(Edi Hidayat)