Keraton Kacirebonan
Keraton Kacirebonan merupakan keraton yang didirikan atas prakarsa Pangeran Muhamad Haerudhin. Dia adalah Putra Mahkota Sultan Kanoman ke-IV yang melakukan perlawanan terhadap pemerintahan kolonial Belanda.
Keraton Kacirebonan menyimpan berbagai benda-benda koleksi kuno yang sarat dengan sejarah. Pedang, tombak, sampai alat pembuat jamu atau param yang masih berbentuk batu tersimpan apik di salah satu ruangan di keraton.
Ruangan-ruangan bagian Keraton Kacirebonan menyimpan berbagai benda yang berkaitan dengan keraton serta agama Islam. Kitab dari zaman para wali hingga gamelan menjadi salah satu koleksi kuno yang dapat disaksikan saat berkunjung ke Keraton Kacirebonan yang sangat memikat mata ini.
Balai Kota Cirebon
Balai Kota Cirebon merupakan salah satu bangunan ikonik di Kota Cirebon. Gedung yang dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda tahun 1924 itu kini difungsikan sebagai Kantor Wali Kota Cirebon.
Secara fisik, bangunan gedung balai kota berbentuk anjungan kapal. Salah satu hal menarik dari bangunan ini berupa hiasan udang yang “nangkring” di empat sudut atas gedung. Rebon, sebutan untuk anak udang, kala itu melimpah di perairan Cirebon.
Balai Kota Cirebon saat ini ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya pada 2001, bersama 51 bangunan bersejarah se-Kota Cirebon lainnya. Dengan nilai sejarahnya, Balai Kota Cirebon pun tak jarang dijadikan destinasi wisata maupun penelitian, khususnya warga Eropa yang memberi perhatian pada bangunan-bangunan art deco yang pernah populer sekitar 1920.
(Fahmi Firdaus )